“Bukan
Seorang Prajurit”
Karya :
Mimin Yuni Liyani
Raganya
yang lapuk lebih terang dari mentari pagi
Kala
sinar-sinar kehidupan baru bermunculan diufuk timur
Peluh
pun sudah berjatuhan dari tubuh rentanya
Pagi
buta langkahnya meninggalkan naungannya
Tempat
dimana anak dan istri masih tenggelam bersama mimpi
Setiap
hari, dia tak pernah absen dari rutinitas itu
Dengan
harapan suatu hari nanti anak-anaknya bisa menjadi ‘Orang’
Sering
aku berdialog dalam hati
Bagaimana
mungkin, orang yang sudah lebih dari setengah abad itu,
Rela
membanting tulang
Bermandikan
keringat, dan
Berjemur
matahari hingga petang merayap
Hanya
dengan bermodalkan sebuah harapan
Dia
bukan orang yang hanya duduk lalu menghasilkan uang
Dia tak
lebih dari seorang buruh
Yang
seragam pun tak pernah disandang
Apalagi
pangkat seperti para jenderal
Tapi
setelah beranjak dewasa,
Aku
mengerti
Harapannya
pada anak-anaknya tak pernah salah
Walaupun
bukan seorang Kapten,
Dan
Bukan seorang prajurit
Namun
harapan kecil itu mampu menjadi kekuatan baginya
Untuk
menjadi lebih dari seorang prajutit
Yang
mengorbankan jiwa dan raganya
Hingga
anak-anaknya mampu menjadi ‘Orang’
Demi
kehidupan yang lebih baik



0 komentar:
Posting Komentar