Selasa, 12 Agustus 2014

PUISI UNTUK AYAH :)

“Bukan Seorang Prajurit”
Karya : Mimin Yuni Liyani

Raganya yang lapuk lebih terang dari mentari pagi
Kala sinar-sinar kehidupan baru bermunculan diufuk timur
Peluh pun sudah berjatuhan dari tubuh rentanya
Pagi buta langkahnya meninggalkan naungannya
Tempat dimana anak dan istri masih tenggelam bersama mimpi
Setiap hari, dia tak pernah absen dari rutinitas itu
Dengan harapan suatu hari nanti anak-anaknya bisa menjadi ‘Orang’

Sering aku berdialog dalam hati
Bagaimana mungkin, orang yang sudah lebih dari setengah abad itu,
Rela membanting tulang
Bermandikan keringat, dan
Berjemur matahari hingga petang merayap
Hanya dengan bermodalkan sebuah harapan
Dia bukan orang yang hanya duduk lalu menghasilkan uang
Dia tak lebih dari seorang buruh
Yang seragam pun tak pernah disandang
Apalagi pangkat seperti para jenderal

Tapi setelah beranjak dewasa,
Aku mengerti
Harapannya pada anak-anaknya tak pernah salah
Walaupun bukan seorang Kapten,
Dan Bukan seorang prajurit
Namun harapan kecil itu mampu menjadi kekuatan baginya
Untuk menjadi lebih dari seorang prajutit
Yang mengorbankan jiwa dan raganya
Hingga anak-anaknya mampu menjadi ‘Orang’
Demi kehidupan yang lebih baik